Jumat, 28 Mei 2010

NYAMUK


NYAMUK


Semua teman pasti mengenalnya !

Makhluk yang kecil,

mungil,

usil,

centil,
membuat gatal,

dan juga kesal.


Untuk apa Allah menciptakannya?


Adanya nyamuk orang bekerja,

Adanya nyamuk orang bahagia,

Adanya nyamuk orang tertawa.


Adanya nyamuk orang jadi lara,

Adanya nyamuk orang berduka,

Adanya nyamuk orang nestapa.


Itulah tanda-tanda kekuasaan-Nya.
Tiada yang Allah ciptakan di bumi ini dengan sia-sia...



Subhanallaah!!!!!



Refleksi : AnakAngon, Jum'at 28 Mei 2010

Kamis, 27 Mei 2010

ISRA' MI'RAJ (Bagian ke-3)


ISRA' MI'RAJ (Bagian ke-3)

Bismillaahirrohmaanirrohii
m..........



Kemudian aku dibawa pergi ke Sidratulmuntaha yang dedaunannya seperti kuping-kuping gajah dan buahnya sebesar tempayan. Ketika atas perintah Allah, Sidratulmuntaha diselubungi berbagai macam keindahan, maka suasana menjadi berubah, sehingga tak seorang pun di antara makhluk Allah mampu melukiskan keindahannya. Lalu Allah memberikan wahyu kepadaku. Aku diwajibkan salat lima puluh kali dalam sehari semalam. Tatkala turun dan Nabi SAW bertemu Nabi Musa a.s, Musa s.a bertanya: Apa yang telah difardukan Tuhanmu kepada umatmu? Aku menjawab: Salat lima puluh kali. Dia berkata: Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan, karena umatmu tidak akan kuat melaksanakannya. Aku pernah mencobanya pada Bani Israel. Aku pun (Muhammad SAW) kembali kepada Tuhanku dan berkata: Wahai Tuhanku, berilah keringanan atas umatku. Lalu Allah mengurangi lima salat dariku. Aku kembali kepada Nabi Musa as. dan aku katakan: Allah telah mengurangi lima waktu salat dariku. Dia berkata: Umatmu masih tidak sanggup melaksanakan itu. Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan lagi. Tak henti-hentinya aku bolak-balik antara Tuhanku dan Nabi Musa as. sampai Allah berfirman: “Hai Muhammad. Sesungguhnya kefarduannya adalah lima waktu salat sehari semalam. Setiap salat mempunyai nilai sepuluh. Dengan demikian, lima salat sama dengan lima puluh salat. Dan barang siapa yang berniat untuk kebaikan, tetapi tidak melaksanakannya, maka dicatat satu kebaikan baginya. Jika ia melaksanakannya, maka dicatat sepuluh kebaikan baginya. Sebaliknya barang siapa yang berniat jahat, tetapi tidak melaksanakannya, maka tidak sesuatu pun dicatat. Kalau ia jadi mengerjakannya, maka dicatat sebagai satu kejahatan”. Aku turun hingga sampai kepada Nabi Musa as., lalu aku beritahukan padanya. Dia masih saja berkata: Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan. Aku menyahut: Aku telah bolak-balik kepada Tuhan, hingga aku merasa malu kepada-Nya.


(H.R Anas bin Malik r.a: Dalam Shahih Muslim, No. 234)



ALLAH SWT BERFIRMAN DALAM AL QUR'AN YANG ARTINYA:

"MAHA SUCI ALLAH, YANG TELAH MEMPERJALANKAN HAMBA-'NYA' (MUHAMMAD) PADA MALAM HARI DARI MASJIDIL HARAM KE MASJIDIL AQSA YANG TELAH 'KAMI' BERKAHI SEKELILINGNYA AGAR 'KAMI' PERLIHATKAN KEPADANYA SEBAHAGIAN TANDA-TANDA KEBESARAN 'KAMI'. SESUNGGUHNYA 'DIA' MAHA MENDENGAR, MAHA MELIHAT".

(Qs. Al Isra' : 1)


SELESAI................
Makasih saudara-saudara/i-ku atas segala atensinya, mudah-mudahan kita bisa mengambil pelajaran dari sebuah perjalanan Nabi Muhammad SAW yang sangat sakral ini dan penuh dengan kemuliaan. Semoga kita menjadi Umatnya yang sanggup mendirikan sholat 5 waktu sehari semalam, sebagai amalan yang pertama kali akan dihisab di yaumilakhir nanti......amiin yra.



By: AnakAngon: Sabtu, 15-05-2010

ISRA' MI'RAJ (Bagian ke-2)


ISRA' MI'RAJ (Bagian ke-2)


Bismillaahirrohmaanirrohii
m.........


Aku (MUHAMMAD SAW) dibawa naik ke langit ketiga. Jibril minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa engkau? Dijawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Muhammad saw. jawabnya. Ditanyakan: Dia telah diutus? Dia telah diutus, jawab Jibril. Pintu dibuka untuk kami. Aku bertemu NABI YUSUF A.S, ternyata ia telah dikaruniai sebagian keindahan. Dia menyambutku dan mendo'akanku dengan kebaikan. Aku dibawa naik ke langit keempat. Jibril minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa ini? Jibril menjawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Muhammad, jawab Jibril. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jibril menjawab: Dia telah diutus. Kami pun dibukakan. Ternyata di sana ada NABI IDRIS A.S, dia menyambutku dan mendo'akanku dengan kebaikan. Allah Taala berfirman: " Kami mengangkatnya pada tempat (martabat) yang tinggi". Aku dibawa naik ke langit kelima. Jibril minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa? Dijawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Dijawab: Muhammad. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Dijawab: Dia telah diutus. Kami dibukakan. Di sana aku bertemu NABI HARUN A.S, dia menyambutku dan mendo'akanku dengan kebaikan. Aku dibawa naik ke langit keenam. Jibril as. minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa ini? Jawabnya: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Muhammad, jawab Jibril. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jawabnya: Dia telah diutus. Kami dibukakan. Di sana ada NABI MUSA A.S, dia menyambut dan mendoakanku dengan kebaikan. Jibril membawaku naik ke langit ketujuh. Jibril minta dibukakan. Lalu ada yang bertanya: Siapa ini? Jawabnya: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Jawabnya: Muhammad. Ditanyakan: Apakah ia telah diutus? Jawabnya: Dia telah diutus. Kami dibukakan. Ternyata di sana aku bertemu NABI IBRAHIM A.S, sedang menyandarkan punggungnya pada BAITULMAKMUR. Ternyata setiap hari ada 70.000 malaikat masuk ke Baitulmakmur dan tidak kembali lagi ke sana. Kemudian aku dibawa pergi ke SIDRATULMUNTAHA .......................(TO BE CONTINUED....)


(H.R Anas bin Malik r.a ; Dalam Shahih Muslim, No. 234)





By: AnakAngon: Jum'at, 14-05-2010

ISRA' MI'RAJ (Bagian ke-1)


ISRA' MI'RAJ (Bagian ke-1)

Bismillaahirrohmaanirrohii
m............



Bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Aku didatangi Buraq. Lalu aku menunggangnya sampai ke Baitulmakdis. Aku mengikatnya pada pintu mesjid yang biasa digunakan mengikat tunggangan oleh para nabi. Kemudian aku masuk ke mesjid dan mengerjakan salat dua rakaat. Setelah aku keluar, Jibril datang membawa bejana berisi arak dan bejana berisi susu. Aku memilih susu". Jibril berkata: Engkau telah memilih fitrah. Lalu Jibril membawaku naik ke langit pertama. Ketika Jibril minta dibukakan, ada yang bertanya: Siapakah engkau? Dijawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa yang bersamamu? Jibril menjawab: Muhammad. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jawab Jibril: Ya, ia telah diutus. Lalu dibukakan bagi kami. Aku bertemu dengan Adam. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Kemudian aku dibawa naik ke langit kedua. Jibril as. minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapakah engkau? Jawab Jibril: Jibril. Ditanya lagi: Siapakah yang bersamamu? Jawabnya: Muhammad. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jawabnya: Dia telah diutus. Pintu pun dibuka untuk kami. Aku bertemu dengan Isa bin Maryam as. dan Yahya bin Zakaria as. Mereka berdua menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Aku (Muhammad SAW) dibawa naik ke langit ketiga..........................( B E R S A M B U N G)




(Hadis riwayat Anas bin Malik r.a; Shoheh Muslim, No.234)




By: AnakAngon: Jum'at, 14-05-2010

DZIKIR DAN MANFAATNYA


DZIKIR DAN MANFAATNYA


Bismillaahirrohmaanirrohii
m...........



Bahwa Rasulullah saw. bersabda:

'Barang siapa yang membaca: "TIDAK ADA TUHAN SELAIN ALLAH SEMATA,YANG TIADA SEKUTU BAGI-NYA, KEPUNYAAN-NYALAH SEGENAP KERAJAAN DAN MILIK-NYALAH SEGALA PUJIAN SERTA DIA MAHA KUASA ATAS SEGALA SESUATU", setiap hari sebanyak 100 kali, maka dia akan mendapat pahala yang sama besarnya dengan membebaskan sepuluh orang budak dan akan dicatat untuknya seratus kebajikan serta dihapus darinya seratus keburukan. Baginya hal itu adalah satu perlindungan dari setan mulai dari pagi hari sampai sore. Tidak ada seorang pun yang lebih utama dari orang yang melakukan hal itu kecuali orang yang lebih banyak dari itu. Barang siapa yang membaca: "MAHA SUCI ALLAH DAN DENGAN MEMUJI-NYA", sebanyak 100 kali setiap hari, maka akan terhapuslah semua dosanya sekalipun dosanya itu sebanyak buih di lautan".

(H.R Abu Hurairah r.a.: Sahih Muslim, No.4857)




BACAAN DZIKIR TERSEBUT:

"LA ILAHAILALLAAH WAHDAHULASYARIKALAH, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU, YUHYI WA YUMIT WA HUWA 'ALA KULI SYAIIN QODIIR". "SUBHANALLAAH WA BIHAMDII"


(Maaf jika ada kesalahan dalam penulisannya)





By: AnakANgon: Minggu, 16-05-2010

KEINDAHAN DALAM KEADILAN (Bagian ke-2)


KEINDAHAN DALAM KEADILAN (Bagian ke-2)

Bismillaahirrohmaanirrohiim..........

Keadilan menjadi prinsip dalam interaksi kita dengan Allah SWT, dengan sesama manusia, maupun dengan alam ini secara keseluruhan. Dalam menjalani hubungan kita dengan Allah, keadilan menjadi pendorong bagi kita untuk selalu melakukan yang terbaik. Sebab, tanpa keadilan Allah maka kehidupan akhir dari orang-orang yang berbuat baik dan orang-orang yang berbuat salah akan sama saja.

Dalam MENETAPKAN HAK ORANG LAIN kitapun harus berlaku adil. Dalam hal ini Allah berfirman yang artinya:
"Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah keadaannya atau dia sendiri tidak mampu mendiktekan, maka hendaklah walinya mendiktekan dengan jujur". (Qs. Al Baqarah:282)
"
"Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu PENEGAK KEADILAN karena Allah, ketika menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah KEBENCIANMU terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sungguh,Allah maha teliti apa yang kamu kerjakan".(Qs.Al Maidah:8)

Begitu pula di dalam menegakkan dan menyebarkan kebaikan kepada masyarakat. Allah SWT menegaskan:
"Dan Allah membuat pula perumpamaan; dua orang laki-laki yang seorang bisu, tidak dapat berbuat sesuatupun dan dia menjadi beban atas penanggungnya, kemana saja dia disuruh oleh penanggungnya itu, dia tidak dapat mendatangkan kebajikan pun. Samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan, dan dia berada pula di atas jalan yang lurus". (Qs. An Nahl : 76)

Dalam melakukan transaksi kita dengan sesama manusia, keadilan menjadi penguat yang akan menciptakan kepuasan, rasa aman dan nyaman di dalam kehidupan kita. Terhadap interaksi kita dengan alam ini, bersikap adil tak boleh kita abaikan. Karena kerusakan-kerusakan yang kerap kali terjadi, akibat kita mengabaikan prinsip keadilan.


Semoga Kita termasuk hamba Allah yang mampu untuk menegakkan keadilan di muka bumi ini dan semoga kita mendapatkan keridhloan-Nya....amiin YRA.




By: AnakAngon: Selasa, 25 Mei 2010
(S.Hadi dalam Majalah Tarbawi, April 2009)

KEINDAHAN DALAM KEADILAN (Bagian ke-1)


KEINDAHAN DALAM KEADILAN (Bagian ke-1)

Bismillaahirrohmaanirrohiim..........


Adil itu adalah keindahan. Ia merupakan ajaran Islam yang membuat dunia ini terasa indah, nyaman dan aman. Adil adalah perinta Allah SWT yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia.

Allah SWT berfirman di dalam Al Qur'an yang artinya:
"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran". (Qs. An Nahl : 90)

Adil memiliki ruang lingkup yang tak terbatas, misalnya adil dalam menegakkan hukum, adil dalam bergaul dengan manusia, adil dalam perwalian, adil dalam memutuskan perkara, adil dalam melakukan perbaikan dan kebaikan, adil terhadap musuh, adil terhadap anak-anak, keluarga dan istri/suami. Dan masih banyak lagi ruang lingkupnya. Adil bersifat menyeluruh.

Dalam menghukumi manusia, Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan menyuruh kamu apabila menetapkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu".(Qs An Nisa': 58)



Demikianlah,
Semoga kita mampu untuk bisa menegakkan keadilan dan kebenaran di muka bumi ini, dalam usaha menggapai Keridhloan-Nya di dunia dan di Akhirat.......amiin YRA.




By: AnakAngon: Senin, 24-05-2010
(S. Hadi Dalam Majalah Tarbawi , April 2009)